SSQ-554 ( Barisan Pedang Pena 554 )

Tuesday, October 17, 2006

AMANAH TERINDAH

(Uz pengen banget nulis tentang hal ini, tapi dah kemaleman.Afwan kita teruskan lain waktu )

Hanya ingin berbagi cita
aku ingin jadi amanah terindah

Untuk dienku
aku ingin menjadi amanah terindah
yang hadir tuk buktikan Allah swt tak salah memilihku
tuk jadi pejuang al haq

Untuk orang-orang yang mengenalku
Untuk ayah dan ibuku
aku ingin menjadi amanah terindah yang pernah mereka miliki dalam kehidupan yang luar biasa ini

Untuk sahabat-sahabatku
aku ingin jadi amanah terindah
Dengan menjadi sahabat terbaik yang pernah dimiliki
Sesakit apapun yang kudapat
aku kan terus bertahan
karena melihat mu bahagia cukup bagiku...

Untuk semua
aku hanya punya satu cita sederhana
tuk jadi amanah terindah
tuk jadi anugerah teridah
yang pernah hadir bagimu
yang tak mengharap balasan darimu
Yang hanya mengkhawatirkan sedikit amalnya tak diterima Rabbnya

azsya

Tuesday, October 10, 2006

MENGAIS SATU CINTA
Ya Rabb,
Kali ini aku mengaku padaMu
Dengan kejujuran yang shiddiq
Tentang pengkhianatan dan kecemburuan
yang kulakukan padaMu
Ya Rabb,
Terkadang pengkhianatanku begitu samar
dijalankan dengan sangat tersembunyi
Layaknya spy yang profesional
Tapi Kaulah Yang Maha Tahu
Setiap hal yang tersebunyi dan tampak dari
hati hambaMu
Ya Rabb,
Entah untuk kesekian kali
Mata, lisan, telinga diperintahkan tuk
ikuti kata hati yang tak lurus
Berbalut nafsu syahwati
Hanya untuk seteguk manisnya dunia
Telah sekian kali Kau hadapkan diri
Menempuh perjalanan panjang
Bersama hati yang ringkih
Dan Kau ajarkan hamba tuk mengerti
Tentang makna cinta hakiki
Ya Rabb,
Di malam ramadhanMu
Aku bersimpuh, dengan khauf dan rojaku
Basuhlah hati penuh luka ini
Dengan kucuran ampunanMu
Bersihkan hati yang ternoda ini
Dengan luas Kasih sayangMu
Gantilah hati ini......dengan sebuah hati baru dariMu
Ya Rabb,...
aku tak kuasa berlari lagi
Kini aku akan berhenti ....
Dan mulai berbenah diri
Bukankah Kau selalu menemani?
Jadikan setiap bisikan hati adalah bisikan kebaikan
Yang menyelimuti dunia dalam cahaya TerangMu
Ya Rabb....
Jangan biarkan satu cinta
Mengalahkan seribu cinta
Yang khusus kupersembahkan untukMu...
Kali ini ijinkanku melangkah pasti
Bersandar hanya padaMU
Menggantungkan seluruh harap hanya pada kuasaMu
Tuk menjemput
Satu cinta syar'i yang hakiki bagiku
Hanya karenaMu
Hanya dengan skenarioMu
Hanya dengan keridhoanMu
Rabbku....
HambaMu mengais cintaMu
Hati ini hanya milikMU
Cinta inipun hanya pantas dipersembahkan untukMu
TELAH KUJUAL SEMUA RASA
Untuk membayar hari-hari pertemuan denganMu
Dan saat menantapMu dengan SELURUH RASA
CINTAKU.....
Azzam Syahidah
Ramadhan hampir meninggalkan kita. Meninggalkan kita dengan segenap kemuliaan dan keberkahannya. Betapa meruginya kita andai RAMADHAN kali ini tidak mengajarkan kita untuk kian mencintai Rabb kita. Untuk ma'rifatullah, mahhabahtullah.Betapa tidak beruntungnya kita bila dibulan ini tak semakin menguatkan azzam kita tuk menjual semua diri kita, jasad, ruh dan cinta kita hanya tuk apa-apa yang disisi Allah.Jiwa ini begitu rapuh dan ringkih, akal ini pun begitu bodoh tuk fahami semua rencana Allah,,,namun kemanakah hati kan berpaling jika tidak padaNya....
( Yang sedang mengais cinta Rabbnya, yang sedang menyakinkan diri tuk berserah diri hanya padaNya....yang belajar tuk mengejar cinta...)

Wednesday, September 06, 2006

Sejenak aku merenung……

Dalam 23 tahun Rasulullah dapat membagun islam sejak batu bata pertama hingga menjadi sebuah bangunan peradaban islam yang megah dan disegani kawan maupun lawan.

Sejak umur 20-an Asy-Syahid Hasan Al-Banna telah merintis dan –semoga Allah merahmatinya- mengumpulkan pemuda-pemuda mesir untuk menyatukan kata dan meninggalkan perdebatan hingga kalimat Allah lah yang menjadi priorotas tertinggi untuk segera dikembalikan ke kedudukan tertingginya sampai Islam mulia atau kita mati karenanya.

Dalam beberapa dekade Syekh Asy-syahid Ahmad Yasin dan Asy-Syahid Rantisi dapat membangun dan membangkitkan kesadaran muslim Palestina agar mau maju bergerak merangsek ke hadapan melawan penjajahan Yahudi terlaknat dan memperjuangkan tanah air mereka hingga bebas sebebas-bebasnya.

Bagitu juga yang telah dilakukan oleh Mushammad Abduh, Jamaluddin Al –Afghaniy, dan Muhammad Iqbal.

Hanya sekitar 16 tahun saja Aa Gym dapat menciptakan sebuah lingkungan yang Islami di Daarut Tauhid yang diharapkan menjadi miniatur percontohan untuk sebuah Indonesia yang islami di masa yang akan datang..

Subhanallah…. Merupakan taufik Allah menurunkan insan-insan terdahsyat di atas muka bumi untuk senantiasa mengharumkan dan memperjuangkan nama Islam dari cengkraman makhluk-makhluk durjana hingga kalimat Allah benar-benar tinggi setingginya.

Lalu aku berkata…..

AKU JUGA AKAN SEPERTI MEREKA!!!!

Ayyash.

SURAT DARI SETAN UNTUK MU

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu.Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu.Kau benar2 orang yang bersyukur,aku menyukainya,aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.Hai Bodoh, Kamu millikku.Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu.Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya.

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan. Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka. Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH.

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-
kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak
hormat pada orang tua, tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.


Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama,selamanya.Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda. Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.Lakukan semua ini di depan anak-anak dan mereka akan menirunya.Begitulah anak-anak.

Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.Dan hidup untuk ALLAH dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.Memperingati orang bukan tabiatku, tapi di usiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh. Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Ayyash collection.

Sunday, August 27, 2006

Aku iseng ngeliat perkembangan iklan akhir-akhir ini. Aku suka iklan yang kreatif tapi tujuan pemasaran tetap tercapai. Salah satunya adalah iklan Neo Entrostop. Ada yang masih inget gak? Alkisah di dalam sebuah tempat –yang kupikir itu sebuah warung makan tingkat menengah- bergaya jawa. Adegan dimulai saat ada seorang ibu-ibu yang berdiri dalam ruangan itu. Sepertinya ia sang pemilik tempat. Tapi itu gak penting. Tiba-tiba saja seorang pria memasuki tempat cerita. Lalu terjadilah dialog seperti berikut :

: Kenapa toh de?
: Sari diare bu...

Di luar dugaan...

: Hah!!!! Diare!!!! Aduh..!!!! gimana ini..!!!! siapa yang jaga tempat..!!!! gimana jadinya anak ibu...!!! aduh toh nak.. gima...

Seketika itu juga sang laki-laki mengeluarkan satu sachet Neo Entrostop.. yang seketika membuat kegelisahan ”mendadak” sang Ibu hilang..

Disambung dengan kata-kata

: Untuk yang gak bisa berhenti... Neo Entrostop jawabannya...

Lucu juga.. Tapi,
Tiba-tiba otak isengku berpikir... Mmmmmmm tukutukutuk.. Cling...!!

Iya.. ya... Diare aja yang sebegitunya sudah membuat seorang sangat panik luar biasa. Lalu, jika dialog diatas kita ganti dengan...


: Kenapa toh de?
: Palestina dibombardir bu....

Kebayangkah ekspresi apa yang akan dieluarkan oleh sang ibu? Adakah dari kita yang dapat berekspresi sama-atau lebih- hebatnya dengan ekspresi seorang ibu yang tahu anaknya Diare? Sebandingkah mules di perut kita dengan lubang peluru yang terukir di perut seorang syahid?

Tanya kenapa.
Ayyash

Tentang perjuangan...

Da'wah sekolah adalah da'wah yang indah. Indah karena suasananya yang berbeda dan khas. Jika di kampus yang kita dengar tiap hari adalah masalah perebutan kekuasaan, negosiasi dan lobi-lobi dengan berbagai pihak dan instansi, maka di sini kita lebih banyak memperhatikan celoteh adik-adik kita dengan berbagai permasalahan yang memang wajar mereka hadapi saat itu. Mereka mulai mencari jati diri. Ibarat anak ayam, tak mau lagi teriak-teriak mencari sang induk. Tapi mereka mulai mencari tantangan. dalam fitrahnya, mereka bosan diurus segalanya oleh orang tua mereka. Mereka ingin eksis di lingkungan nya. Mereka ingin belajar bagaimana mengurus diri sendiri. Dan bisa bermanfaat untuk orang lain. Inilah letak keceriaan mereka.

Dan disinilah mutiara indah yang bernama da'wah sekolah. Mutiara yang tidak bisa didapat di medan amal yang lainnya. Keunikan yang luar biasa hebatnya. Jauh dari pembicaraan targetan simpatisan di atas whiteboard milik birokrat dan bos-bos da'wah pusat. Tapi dekat dengan umi-abi dan kakak-kakak yang memberikan kasih sayang demi kematangan sang adik....

.. Bersambung....

Ayyash

Assalaamu'alaikum warah matullahi wabarakatuh..

Gagal maning.. gagal maning.....

Saudara-saudara sekalian....
Bukan maksudku untuk tak mengisi blog ini...
Bukan kusengaja untuk pura-pura lupa menekan tuts-tuts keyboard agar terpampang di situs kesayangan ini...
Bukan karena kekhilafan..
Bukan juga karena kemalasan..
Atau sibuk mengurus hal yang lainnya..
Apalagi futur dari barisan pedang pena ini....

Ini murni bukan kesalahanku...
Ini suci dari niat buruk dan seringai setan di jalan da'wah...
Ini fitri dan bersih dari bad mood dan bete berkepanjangan...

Jangan salahkan diriku yang baru mengisi detik ini.
Hilangkan keraguan atas kesungguhan azzamku untuk berjuang di sini...
Aku masih bersama kalian..

Wahai saudaraku...
Naluriku masih setajam dulu....
Intuisiku tak berubah setelah sekian lama kita tak berjumpa..
Goresan keyboardku masih ada...S
uhuf-suhuf digital masih terselamatkan dalam harddisk di rumahku..

Biar awan dan hujan yang menjadi saksi...
Biar hembusan angin dan terpaan badai yang mengetahui..
Biar cucuran keringat dan tetesan airmata sebagai bukti sejarah..
Bahwa keterlambatanku dalam melepas rindu untuk menulis di sini hanya karena...


KOMPUTER LEMOT INI..
Ayyash..

PUISI DAKWAH
Aus Hidayat Nur

Katakanlah, Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashirah, aku dan pengikut-pengikutku. Mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik

Jalan dakwah panjang terbentang jauh kedepan
Duri dan batu selalu mengganjal, lembah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula didunia.
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridho Allah
CINTA ADALAH SUMBERNYA, HATI DAN JIWA ADALAH RUMAHNYA.
PERGILAH KE HATI-HATI
MANUSIA, AJAKLAH KE JALAN RABBMU

Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu. Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya

Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Jika engkau CINTA maka dakwah adalah FAHAM
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama.
Hendaklah engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau CINTA, maka dakwah adalah IKHLAS
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti kata Abul Anbiya, Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta
Berikan hatimu untuk Dia, katakan Allahu Ghayatuna

Jika engkau CINTA maka dakwah adalah AMAL
Membangun kejayaan umat kapan saja, dimana saja berada
Yang bernilai adlah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan.
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan
AL ISLAH WA TAGHYIR
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara. Bangun aktivitas secara tertib untuk mencapai KEJAYAAN

Jika engkau CINTA maka dakwah adalah TAAT
Kepada Allah dan RasulNya, Al-Qur’an dan sunnahnya
Serta orang-orang bertaqwa yang tertata. Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
Karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

Jika engkau CINTA maka dakwah adalah TADHIYAH
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta. Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
KARENA YANG DISISI ALLAH LEBIH MULIA....SEDANG DISISIMU FANA BELAKA
Sedangkan setiap tetes keringat berpahala berlipat ganda

Jika engkau CINTA maka dakwah adalah TSABAT
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan. Buah dari sabar meniti jalan,
teguh dalam barisan
ISTIQOMAH DALAM PERJUANGAN DENGAN KAKI TAK TERGOYAHKAN
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

Jika engkau CINTA maka dakwah adalah TAJARRUD
Ikhlas di setiap langkah menggapai suatu tujuan.
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini
ENGKAU DA’I SEBELUM APAPUN ADANYA ENGKAU.
Dakwah tugas utamamu sedangkan lainnya selingan

Jika engkau CINTA maka dakwah adalah TSIQOH
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan.
Kepada Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujuran,
KARENA INILAH KAFILAH KEBENARAN YANG PENUH BERKAH

Jika engkau CINTA maka dakwah adalah UKHUWAH
Lekatnya ikatan hati berjalan dalam nilai-nilai persaudaraan. Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, umumnya mukmin mujahidin
LAPANG DADA syarat terendahnya, ITSAR bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui, menghimpun hati-hati para da’I dalam cintaNya berjumpa karena taat kepadaNya
MELEBUR SATU DALAM DAKWAH KE JALAN ALLAH, SALING BERJANJI UNTUK MENOLONG SYARI’ATNYA

Alhamdulillah, berkat kesabaran pejuang2ku, uzy dapat " memaksakan diri " untuk kembali.

Ikhwati fillah, perjuangan ini tidak lah akan semakin mudah. Namun seberat apapun beban yang kita kedepan dengan segenap kepahaman hingga kestiqohan kita. Kita akan senantiasa tegar berdiri. Menapaki perjalanan panjang ini. Mohonlah agar senantiasa diistiqomahkan dijalanNya.Cinta yang ada yang akan menjadikan kita sibuk untuk senantiasa memberi dan bukan menuntut. Langkah kita tak kenal henti...sejak hari ini hingga kesyahidan atau kemuliaan menjadi milik kita. Allahu Akbar!!

Tuesday, July 25, 2006

dokter kehidupan.

Saya lahir dari keluarga yang sarat dengan jiwa kedokteran. Ayah saya seorang dokter, juga ibu saya. Mungkin itu juga salah satu alasan utama mengapa sekarang saya menempuh pendidikan di fakulatas kedokteran.Dokter adalah sebuah pekerjaan mulia. Itulah stigma yang selalu dibentuk oleh dunia. Seorang dengan baju putih yang melanglangbuana menolong yang membutuhkan bantuan. Dengan senyumnya yang tulus, memberikan kehangatan pada orang yang mereka temui.Tapi tak jarang juga muncul paradigma baru, tentang kehidupan yang "terjamin" dari nafkah seorang dokter.Membuat orang semakin tertarik dengan pekerjaan ini. Bahkan ada yang menjadikan hal ini sebagai motivasi tertinggi mereka. Mungkin pada akhirnya muncul secercah idealisme yang memadukan kedua motivasi tersebut 50-50. Tapi sekarang saya tidak akan membicarakan sisi itu.

Saya akan sedikit melihat beberapa sisi yang ada pada sosok dokter yang bisa diteladani oleh para da'i sebagai seorang penyeru. Kelembutan, kesabaran, dan kesigapan. Dokter tercitrakan dengan hal-hal itu. Walaupun tidak semua dokter nyatanya bersikap seperti itu.Coba simak apa yang dituturkan oleh seorang Ibnu Al-Qayyim, "Nasihat ialah Anda berbuat baik kepada orang yang Anda nasihati, dengan cara menyayanginya prihatin kepadanya, dan cemburu kepadanya. Itulah perbuatan baik yang murni muncul dari sikap kasih sayang. Dengan nasihatnya, penasihat bermaksud mencari keridhaan Allah dan berbuat baik kepada makhluk-Nya. Iapun bersikap lembut ketika menasihati, dan memperakukannya seperti perlakuan dokter yang tahu dan sayang kepada orang yang sakit. Ia sabar dalam menghadapi perilaku buruknya, kebringasan, dan penolakannya. Ia juga bersikap lembut ketika memasukkan obat kepadanya dengan sebaik mungkin. Inilah akhlak pemberi nasihat."

Kelembutan seorang dokter adalah pelengkap dari segala pengetahuannya akan penyakit. Karena tak jarang, ada saja beberapa pasien yang datangdan mengeluhkan sakit padahal secara fisik ia sehat. Saya pernah mengalaminya. Saat kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di sebuah desa di daerah Sumedang.Seorang Ibu datang, setelah saya periksa dan mencoba mengulik sedikit tentang riwayat penyakitnya, ia malah lebih banyak menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Bagaimana ia ditinggal wafat oleh suaminya, juga tentang kenakalan anak-anaknya. Setelah itu, saya temukan sesuatu yang berbeda di parasnya. Ada perasaan seolah-olah, perbincangan tadi telah meredakan sebagian keluhan sakitnya. Tentu saja hal ini, jauh ketimbang kelembutan nabi shalallahu alaihi wa sallamdalam da'wahnya. Seperti yang dituturkan oleh Muawiyah bin Al-Hakam, "Aku mengerjakan shalat bersama Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, lalu seseorang bersin. Aku berkata, 'Yarhamukallah!" Pandangan jama'ah langsung tertuju kepadaku. Aku berkata, 'Kurang ajar! Kenapa kalian melihatku seperti ini?'Mereka menepukkan tangan mereka ke paha mereka. Aku pun tahu bahwa mereka menyuruhku diam, maka aku diam. Usai rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengerjakan shalat, demi ayah ibuku, beliau tidak memukulku dan tidak juga mencaciku. Beliau bersabda, 'Tidak boleh ada ucapan orang di shalat ini, sebab shalat ialah tasbih, takbir, dan membaca Al-Qur'an,' Aku tidak pernah melihat guru yang lebih lembut dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam." (HR. Abu Dawud) Kelembutan. Sesuatu yang pantas dimiliki oleh seorang dokter dan da'i.

Kesabaran adalah keharusan dalam segala hal, juga untuk dokter. Yang sampai saat ini saya rasakan adalah bagaimana bisa bersabar untuk berproses menjadi seorang dokter. Hal ini saya rasa tidaklah mudah. Berbagai tekanan akademis yang dialami oleh setiap dokter selama masa pencapai gelar dua huruf itu banyak mengajarkan kami tentang kesabaran.Tentu tak usah kita tanya lagi bagaimana kesabaran dalam dunia kedokteran yang lebih tinggi. Para ahli geriatri, pediatri, psikiatri, bedah, onkologi, dll.Mari kita berpindah sejenak ke lembaran shirah, "Dikisahkan bahwa salah seorang nabi dipukuli kaumnya hingga berdarah. Ia usap darah dari wajahnya, sambil berkata, 'Ya Allah, ampuni kaumku, sebab mereka tidak tahu.'" (Muttafaq Alaih). Kesabaran, ada pada diri da'i, juga seorang dokter.

Kesigapan sebenarnya hanya sebuah pembuktian dari kepekaan seseorang dengan keadaan sekitarnya. Care provider, adalah salah satu kriteria dari five star doctor. Bagaimana seorang dokter memiliki management of crisis yang baik. Saya sangat kagum pada rekan-rekan saya di BEM FK-UNPAD yang menghiasi kampus kami dengan kotak amal untuk membantu kami menyalurkan bantuan bagi para korban yang tertimpa musibah. Juga bagaimana sahabat-sahabat dokter dari BSMI yang terjun langsung ke tempat bencana.Tak semudah yang itu untuk bisa menjadi seorang sukarelawan, bukan sekedar rihlah-wan. Begitu juga dengan kabar dunia da'wah hari ini. Para da'i diharuskan memiliki fiqhud da'wah yang baik dalam setiap tindakannya. Berada dalam pos-pos manapun, ia harus tetap ingat dengan himmah aliyyah yang ia azzamkan.Mencoba bertahan dengan menggenggam kuat pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan mengaplikasikannya pada lahan yang lebih konkret.

Milikilah kelembutan, kesabaran, dan kesigapan. Selamat berjuang saudaraku. Kalian adalah para dokter kehidupan. Yang mengobati mad'u (objek da'wah) yang sedang sakit dengan penuh kelembutan, kesabaran, dan kesigapan. Seperti yang dituturkan oleh Imam Ats-Tsauri, "Ulama itu dokter ummat ini."

calon dokter..(he2..)
~Hafizhurrahman.

Monday, July 24, 2006



...M-Camp 2006...

Tuesday, July 18, 2006

Da'wah, sebuah kelembutan.
“Maka disebabkan rahmat dari Allah, kamu bisa lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar, mereka tentu akan menjauhkan diri dari sekeliling kamu.”
(Ali-Imran:159)

Terkadang ada kecemasan dan kegundahan tersendiri saat melihat beberapa saudara kita yang berda’wah dengan jalan yang berbeda dengan yang kita lakukan. Dengan menggunakan kekerasan dan tidak jarang adanya perusakan terhadap barang-barang pembawa kemaksiatan. Bahkan mungkin ada beberapa ikhwah yang menganggap hal tersebut merupakan bentuk aplikasi dari da’wah dengan ‘tangan’ yang diperintahkan oleh rasulullah saw.

Hal tersebut pun pernah terjadi saat masa Imam Hasan Al-Banna, beliau mengeluarkan fatwa untuk melarang tindakan pengrusakan yang dilakukan oleh sekumpulan orang-orang shalih kepada tempat-tempat khamr yang sudah membanjiri Mesir, bahkan mengelilingi masjid. Sebuah tindakan yang mungkin kita anggap sebuah hal yang aneh. Tetapi coba simak apa yang diutarakan oleh Ahmad Hussain, salah satu dari ‘perusak’ tersebut.

“Sungguh aku masih teringat masa mudaku, ketika itu sekelilingku terdapat para pemuda yang aktif dalam beragama. Pada waktu itu tempat-tempat penjualan minuman keras ada dimana-mana, bahkan di depan sekolah dan disekitar masjid-masjid. Maka tergugahlah kita untuk memberantas semua itu dengan kekuatan, karena kami ingin melaksanakan sabda rasulullah. “Barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka ubahlah ia dengan tanganmu..” Lalu sebagian pemuda di sekitar kami bertekad untuk menyerbu dua atau tiga tempat penjualan minuman keras. Kami memecahkan beberapa botol khamr, serta menumpahkan beberapa galon. Akhirnya suasana menjadi kacau-balau, dan insiden ini dianggap melanggar undang-undang Negara. Kemudian pemerintah saat itu memusuhi kami dengan permusuhan yang keras. Hal tersebut tidak membuat kami heran, karena memang pemerintahan saat itu dikuasai oleh penjajah Inggris yang menguasai Mesir. Akan tetapi yang membuat saya terkejut dan merasa pesimis adalah makalah (fatwa) yang ditulis oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna. Beliau ternyata menolak cara da’wah yang telah kami praktekan. Akhirnya sekarang saya baru tahu bahwa beliau berbicara tentang sesuatu yang benar-benar islami. Baik secara ruh maupun nash, sebagaimana itu tampak jelas setelah saya pelajari. Tetapi pada saat itu, saya sangat marah, dan bahkan saya menganggap keberadaanya sebagai sebuah rekayasa politik. Dan saya pergi sendiri untuk menelaah kembali –ketika saya berada di dalam penjara—seluruh fatwa para fuqaha tentang batas-batas amar makruf nahi mungkar, sejauhmana hak seorang muslim biasa (rakyat) untuk mengubah dengan tangan. Ternyata saya dikejutkan oleh ijmak (konsensus) para ulama fiqih empat mahzab bahwa mengubah kemungkaran dengan tangan itu termasuk hak waliyul amri (pemerintah) saja dan bukan hak individu. Saya benar-benar dikejutkan oleh kesepakatan itu, dan secara perlahan tapi pasti saya mencoba untuk keluar dari bencana yang saya rasakan. Saya berbicara dengan beberapa pihak tentang masalah ini, dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa saya puas dengan fatwa Hasan Al-Banna itu. Sampai-sampai saya merasa benci dengan kekerasan sikap saya dahulu, dan saya selalu memberi peringatan kepada rekan-rekan muda tentang masalah ini.”

Sungguh teladan yang banyak sekali bisa kita lihat dari sosok Rasulullah yang menjadi sosok yang lembut tapi tetap kuat dalam kesungguhannya merubah suatu kaum dengan da’wah yang dibawanya. Begitu juga dengan beberapa kisah tentang kelembutan para utusan Allah yang lain. Sebagai sebagian kecil dari pembawa risalah ini, pantaskah kita bersikap kasar pada objek da’wah kita?

“Sesungguhnya Allah itu lembut, menyukai kelembutan, meridhainya, dan memberinya bantuan yang tidak Dia berikan kepada tindak kekerasan.”
(Diriwayatkan Ath-Thabrani dari Mi’dan)

~Hafizhurrahman.